Sel tumbuhan – Sel tumbuhan adalah bagian bagian kecil yang menyusun tumbuhan sehingga tumbuhan dapat melakukan aktivitasnya dan tumbuh dengan baik. Sel tumbuhan berbeda dengan sel hewan baik dari struktur, maupun organel yang ada di dalamnya, walaupun demikian ada beberapa organel yang dimiliki sel tumbuhan dan juga di miliki sel hewan. Organel yang yang ada pada sel tumbuhan adalah inti sel (nukleus), kloroplas (plastida), ribosom, mitokondria, badan golgi, retikulum endoplasma, vakuola, peroksisom
Gambar sel tumbuhan
Berikut ini adalah Gambar sel tumbuhan beserta bagian – bagiannya secara lengkap
Struktur sel tumbuhan
Struktur sel tumbuhan memiliki banyak perbedaan dengan sel hewan baik dari segi ukuran, bentuk, fungsi maupun strukturnya. Berikut ini pembahasan mengenai struktur sel tumbuhan :
1. Dinding sel
Bagian terluar dari sel tumbuahan adalah dinding sel. Dinding sel memiliki struktur yang kompleks karena terbagi menjadi 3 bagian yaitu lamela tengah, dinding sel primer dan dinding sel sekunder. Pada umumnya sel sekunder hanya terdapat pada sel – sel tipe tertentu, sedang lamela tengah dan dinding sel primer ada pada setiap sel tumbuhan.
Lamela tengah merupakan lapisan perekat antar sel yang memberikan sekat dinding primer dari 2 sel yang berseblahan. Lamela tengah banyak mengandung air dan pektin yang bersifat koloid dan mudah dibentuk (bersifat plastik) sehingga mudah terjadi pergerakan antar sel dan melakukan penyesuaian sebelum sel – sel mencapai ukuran serta bentuk dewasa.
Dinding sel primer merupakan dinding sel pertama yang terbentuk oleh sebuah sel baru. Dinding sel primer mengandung banyak air, pektik dan protein,tetapi kandungan utama dinding sel primer adalah selulosa dan hemiselulosa. Dinding sel primer dapat menebal sampai memenuhi ruangan antar sel.Zat yang menjadi pembentuk dinding sel tambahan tersebut disebut dinding sel sekundrr, biasanya terdiri dari 2 atau lebih lapisan yang terpisah. Sebuah sel yang yang telah memiliki dinding sel sekunder maka volumenya tidak lagi dapat bertambah. kandungan dinding sel sekunder adalah selulosa dan lignin (zat kayu).
Lignifikasi yang terjadi tidak mengganggu sifat permeabilitas dinding sel terhadap air maupun bahan – bahan terlarut tetapi ia akan mengubah sifat fisik dan kimiawi dari dinding sel. Dinding sel yang terlignifikasi akan menjadi lebih keras dan bersifat lebih tahan terhadap tekanan daripada dinding sel yang hanya berselulosa.
2. Plasmodesmata
Plasmodesmata adalah benang protoplasmik halus yang selalu ada pada tempat tertentu di dinding sel primer, tepatnya pada noktah yang merupakan bagian dinding sel yang tidak mengalami penebalan.Plasmodesmata dapat menembus pori pori yang ada pada dinding sel primer dan lemela tengah yang terdapat diantara sel- sel yang berdekatan sehingga kedua protoplasma dari 2 sel dapat berhubungan. Plasmodesmata berfungsi mempermudah proses transportasi bahan – bahan dari satu sel ke sel yang lainnya tanpa harus melalui selaput – selaput hidup.
3. Membran sel
Membran sel atau biasa disebut membran plasma adalah bagian sel yang terletak paling luar yang menjadi pembatas antara isi sel dan sekitarnya. Membran ini disusun 2 lapisan yang mengandung fosfolipid 50 % dan protein 50 %. membran plasma memiliki sifat semipermeabel selektif untuk mengatur zat yang keluar dan masuk dari dalam dan dari luar sel.
4. Nukleus
Nukleus adalah inti sel yang terdapat pada sel tumbuhan, kandungan nukleus adalah lipoprotein. pada bagian membran inti terdapat pori – pori yang berfungsi untuk menghubungkan nukleuplasma dan sitoplasma. Fungsi utama nukleus adalah pusat pengatur seluruh kegiatan sel. Di dalam nukleus terdapat bahan – bahan yang memberikan sifat – sifat turun temurun dari tumbuhan tersebut..
Komponen inti se:
- Nukleolus (anak inti) fungsinya untuk mensintesis berbagai macam molekul RNA untuk perakitan ribosom.
- Nukleoplasma adalah cairan yang disusun oleh protein.
- Butiran kromatin terletak pada nukleoplasma, kromatin dapat mengalami penebalan menjadi struktur seperti benang yaitu kromosom. Kromosom inilah yang mengandung DNA untuk membawa kode genetik melalui proses sintesis protein.
5. Sitoplasma
sitoplasma adalah cairan yang terletak di dalam sel kecuali pada bagian inti sel dan pada organel sel. Sitoplasma memiliki sifat tidak padat dan tidak cair makanya disebut koloid. kandungan sitoplasma adalah air , ion dan protein. Selain itu di dalam sitoplasma juga terdapat butir minyak, kristal yang tersusuk oleh kalsium oksalat.
Koloid sitoplasma bisa mengalami perubahan dari dafe sol ke fase gel, dan juga dari fase gel ke fase sol. Fase sol terjadi saat konsentrasi air sangat tinggi sedangkan fase gel terjadi saat konsentrasi air sangat rendah.
Di dalam sitoplasma terdapat organel sel yang memiliki fungsi khusus dan juga. berikut ini adalah organel – sel tumbuahan
Organel sel tumbuhan
Terdapat 7 organel sel tumbuhan yang masing – masing memiliki fungsi khusus. Adapun organel sel tumbuhan tersebut adalah Retikulum endoplasma (RE), Badan Golgi, Ribosom, peroksisom, Mitokondria, Plastida, Vakuola.. Berikut ini pembahasan masing – masing organel tersebut.
1. Retikulum endoplasma
retikulum endoplasma adalah organel sel yang saling berhubungan dan membentuk saluran pipih di dalam sitoplasma. Jika diamati maka Retikulum endoplasma terlihat seperti saluran yang berkelok – kelok dan jala yang berongga – rongga. Fungsi saluran di dalam endoplasma tersebut adalah untuk membantu gerakan substansi dari bagian sel yang satu dengan sel yang lainnya. Terdapat 2 jenis retikulum endoplasma yaitu Retikulum endoplasma kasar dan retikulum endoplasma halus.
Retikulum endoplasma kasar disebabkan oleh ribosom yang menyelubungi permukaan retikulum. Fungsi ribosom adalah untuk tempat sintesis dimana hasilnya akan terlekat pada retikulum endoplasma untuk disalurkan ke luar sel. Sementara itu retikulum endoplasma halus tidak memiliki tempelan ribosom sehingga terlihat halus di permukaannya. Pada permukaan Retikulum endoplasma halus terdapat ensim di permukaannya untuk melakukan sintesis lipid, glikogen maupun kolesterol, gliserida dan hormon.
2. Badan golgi.
Organel badan golgi memiliki bentuk seperti kantung pipih dalam jumlah yang banyak dan dikelolingi oleh membran. Badan golgi terdapat di semua sel eukariotik. Badan golgi disebut juga diktiosom. Fungsi badan golgi adalah sebagai berikut :
- Membentuk dinding sel
-Membentuk membran plasma
- Membentuk kantung vesikula
- Membentuk akrosom pada sel spermatozoa dimana ia berisi enzzim untuk membantu dalam memecahkan dinding sel telur
- Membentuk lisosom.
3. Ribosom
Ribosom memiliki ciri ciri dimana terdapat garis tengahnya dengan ukuran 17-20 mikron yang disusun oleh RNA ribosom dan protein. Ribosom ada pada semua jenis sel hidup dan letaknya di dalam sitoplasma atau bisa juga melekat pada Retikulum endoplasma kasar. Ribosom terdiri dari 2 sub unit dimana semuanya saling berhubungan di dalam suatu ikatan dan distabilkan oleh ion magnesium. Fungsi utama ribosom adalah untuk melakukan sintesis protein. Ketika terjadi proses sintesis protein maka ribosom akan berbentuk kelompok untuk menjadi poliribosom.
4. Peroksisom dan glioksisom
Peroksisom adalah sejenis kantong yang memiliki membran. Di dalam peroksisom berisikan enzim terutama enzim katalasi. Fungsi enzim katalase adalah untuk menghkatalasis perombakan perombakan hydrogen peroksida (H2O2). H2O2 adalah hasil dari proses metabolisme yang akan berbahaya bagi sel tumbuhan. Fungsi lain dari peroksisom adalah untuk mengubah lemak menjadi karbohidrat.
Adapun glioksisom berfungsi untuk mengubah lemak menjadi gula. Glioksisom hanya ada pada sel tumbuhan teritala pada lapisan aleuron biji di padi. Aleuron ini adalah kristal yang terdapat di vakuola. Selain itu glioksisom sering ditemukan pada bijiyang berkecambah. Glioksisom ini akan mengubah lemak menjadi gula yang berpedan dalam menghasilkan energi saat proses perkecambahan.
5. Mitokondria
Penghasil energi utama bagi sel adalah mitokondria. Pada mitokondria memiliki 2 lapisan membran yaitu membran dalam dan membran luar. Pada bagian membran luar permukaannya halus sedangkan di membran dalamnya berbentuk lekuk – lekuk yang biasa disebut kista. Mitokondria dapat bereproduksi sendiri, pada saat terjadi pembelahan sel maka semua mitokondria akan membelah diri, sebagian menuju ke sel anak yang satu dan sebagian menuju ke sel anak yang lainnya. Di dalam mitokondria terdapat enzim – enzim fosforilasi oksidatif dan transfor elektron. Di bagian membran ini terdapat enzim yang berperan dalam proses pembuatan atp dan terdapat protein yang digunakan untuk proses pernafasan antar sel
Ruangan mitokondira terbagi 2 yaitu :
a. Ruang intermembran adalah ruangan yang ada diantara membran luar dan membran dalam. Pada bagian membran luar dapat dilalui oleh semua molekul kecil tetapi tidak dapat dilalui oleh protein besar maupun molekul berukuran besar.
b.Matriks mitokondria adalah ruangan yang diselubungi oleh membran dalam. Di dalam matriks ini terjadi proses metabolisme, di alamnya terdapat enzim untuk proses siklus krebs dan oksidasi lemak, banyak terdapat butiran protein dan DNA, ribosom dan beberapa jenis RNA. Organel mitokondria mampu melakukan sintesis protein sendiri karena terdapat DNA, RNA dan ribosom.
6. Plastida
Organel plastida terletak secara menyebar pada sel tumbuhan. Organel ini dapat diamati walaupun hanya menggunakan mikroskop sederhana, ukuran dan bentuk plastida bermacam – macam, biasanya ada yang berbentuk seperti piringan kecil bikonveks. Bermacam – macam fungsi plastida tergantung pada warna yang dimilikinya. Berikut ini macam – macam plastida :
a. Leukoplast (tidak berwarna) : organel ini terletak pada bagian sel tumbuhan yang tidak kena cahaya, contohnya pada bagian jaringan yang sangat dalam dari tumbuhan dan juga pada bagian akar yang masuk ke dalam tanah. Fungsi Leukoplast adalah sebagai pusat sintesis dan menyimpan pati sebagai cadangan makanan.
b. Kloroplast : Kloroplast berwarna hijau dan menyebabkan warna hijau pada tumbuhan. Fungsi utama kloroplast adalah untuk menangkap energi cahaya untuk proses fotosintesis.
c. Kromoplast : organel ini menentukan warna merah, jingga dan kuning pada bagian tumbuhan. Fungsi utamanya masih belum ditemukan tetapi diduga berhubungan dengan proses masaknya buah dari hijau hingga berwarna berah berhubungan dengan penurunan jumlah kromoplast
7. Vakuola sentral
Vakuola merupakan rongga yang besar terletak di bagian dalam sel. Isi vakuola adalah cairan vakuola merupakan bahan organik dan anorganik dimana ini adalah cadangan makanan atau hasil sampingan dari proses metabolisme.Vakuola memiliki selubung dinamakan tonoplas. Pada umumnya vakuola tidak memiliki warna, tetapi bisa memiliki warna kebiru – biruan atau kemerah – meraahan karena adanya pigmen yang terlarut yang termasuk bahan kimia kelompok antosianin.Kandungan vakuola antara lain : asam organik, asam amino, glukosa, gas, garam-garam kristal, alkaloid (nikotin, kafein, kinin, tein, teobromin, solanin dan lain-lain)
Vakuola diberi julukan “tangki” bahan simpanan atau ekskresi. Adanya vakuola di dalam sel membuat sitoplasma terdorong ke bagian pinggir sel sehingga protoplast dekat dengan permukaan. Dampak dari dorongan ini adalah menyebabkan pertukaran bahan antara sel dengan sekitarnya menjadi lebih efisien.
Fungsi sel tumbuhan
Fungsi sel tumbuhan adalah menjalankan aktivitas tumbuhan setiap hari karena sel tumbuhan memiliki beberapa organel seperti vakuola untuk menjaga tekanan turgor, plasmodesmata yang berperan untuk melakukan komunikasi dengan sel lainnya, plastida yang dapat memberikan pigmen warna hijau pada tumbuhan. Jika organel – organel tersebut tidak lagi berfungsi dengan baik pada setiap sel maka tumbuhan akan mengalami kematian, itulah pentingnya sel bagi tumbuhan
Demikianlah pembahasan lengkap mengenai sel tumbuhan, struktur sel tumbuhan, organel sel tumbuhan. semoga artikel ini dapat memudahkan anda memahami tentang sel tumbuhan.
link alternatif sbobet hahhh
BalasHapus